ASPEK PENGUASAAN BAHASA, UNSUR MENULIS, DAN JENIS PARAGRAF




Menulis merupakan keterampilan berbahasa ynag harus dipelajari secara terus menerus dan tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat memberikan informasi kepada pembaca secara jelas. 
1.      Aspek-Aspek Penguasaan Bahasa
Aspek-aspek penguasaan bahasa meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
a.       Keterampilan menyimak (listening skills)
Menyimak merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat reseptif. Dengan demikian, menyimak tidak sekadar kegiatan mendengarkan tetapi juga memahaminya. Ada dua jenis situasi dalam menyimak, yaitu situasi menyimak secara interaktif dan situasi menyimak secara noninteraktif. Menyimak secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau yang sejenisnya. Dalam menyimak jenis ini, kita bergantian melakukan aktivitas menyimak dan berbicara. Kemudian, contoh situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu mendengarkan radio, TV, film, khotbah, atau menyimak dalam acara-acara seremonial. Dalam situasi menyimak noninteraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak bisa pembicara mengulangi apa yang diucapkan, dan tidak bisa meminta pembicaraan diperlambat.

b.      Keterampilan berbicara
Berbicara merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. Sehubungan dengan keterampilan berbicara ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantian antara berbicara dan menyimak. Kemudian, ada pula situasi berbicara yang semiinteraktif, misalnya alam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan betul-betul bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.
c.       Keterampilan membaca
Membaca merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat reseptif. Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan menyimak dan berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memiliki tradisi literasi yang telah berkembang, sering kali keterampilan membaca dikembangkan secara terintegrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
d.      Keterampilan menulis
Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat produktif. Menulis dapat dikatakan keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekadar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat; melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur.

2.      Unsur-Unsur Menulis
Adapun tulisan merupakan sebuah sistem komunikasi antar manusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Di dalam komunikasi tertulis terdapat empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah (1)penulis sebagai penyampai pesan, (2) pesan atau isi tulisan, (3) saluran atau medium tulisan, dan (4) pembaca sebagai penerima pesan, Syafeii (1988: 45).
Sedangkan menurut pendapat (Gie dalam Nurudin, 2010:5), unsur-unsur dalam menulis terdiri dari: keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahasa tulis. Adapun unsur yang mengikuti yakni:
1. Gagasan, yang dapat berupa pendapat, pengalaman, atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang. Gagasan seseorang akan sangat tergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan yang dimilikinya, latar belakang hidupnya, kecenderungan personal dan untuk tujuan apa gagasan itu ingin dikemukakan.
2. Tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi), yaitu pengungkapan gagasan sehingga dapat dipahami oleh pembaca.
 3. Tatanan, yaitu tata tertib pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan, teknik, sampai merencanakan, rangka dan langkah.
 4.Wahana, sering disebut juga dengan alat. Wahana dalam menulis berarti sarana pengantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut kosa kata, gramatika, dan retorika (seni memakai bahasa)
Asas menulis
Dalam menulis seseorang harus memahami tulisan dengan baik dan benar. Menurut Nurudin (2010:36) asas-asas menulis terdiri dari:
1.      Kejelasan , yaitu tulisan dapat dipahami serta tidak membingungkan  pembaca
2.      Keringkasan, yaitu kalimat disusun secra ringkas, padat dan jelas
3.      Ketepatan, yaitu tulisan yang disampaikan penulis dapat langsung dipahami oleh pembaca sehingga sama seperti yang diharapkan.
4.      Kesatu paduan, yaitu memiliki alenia yang tidak emmpunyai gagasan yang bercabang.
5.      Bertautan, maksudnya adalah antar alenia dan kalimat saling bertautan.
6.      Penegasan, di dalam penulisan terdapat perbedaan derajat antara bagian satu dan bagian yang lain.
Dalam menulis tulisan yang baik baik dan benar terdapat ciri-ciri antara lain:
Menurut Mc Mahan dan Day (dalam Tarigan, 2008:7) secar singkat menjelaskan ciri-ciri tulisan yang baik, yaitu:
1.      Jujur
Maksudnya tidak boleh memalsukan gagasan atau ide yang ada.
2.      Jelas
Maksudnya tidak membingungkan pembaca.
3.      Singkat
Maksudnya dalam membuat tulisan harus menjerumus langsung pada inti tulisan serta tidak berbelit-belit.
4.      Keanekaragaman
Maksudnya dalam menulis beusahalah untuk menggunakan kalimat yang beraneka ragam, berkarya dengan peneuh kegembiraan.  

3.      Definisi Jenis dari Jenis Paragraf
Jenis-Jenis Paragraf:
1.      Paragraf Narasi
Paragraf yang menceritakan sesuatu (pristiwa, pelaku atau pengalaman) secara factual atau imajinatif dalam rangkaian waktu. Paragraph ini berunsur perbuatan dan waktu. Paragraf narasi dapat menggambarkan pristiwa kepada pembacanya.
2.      Paragraf Deskripsi
Salah satu paragraf yang menceritakan, menggambarkan, atau mendiskripsikan secara menyeluruh terkait pada suatu objek tertentu. Paragraf tersebut memberikan pemerian secara jelas, tegas, rinci, dan tepat. Bertujuan untuk memberikan gambaran atau perasaan untuk si pembaca mengenai objek yang ingin diketahui.
3.      Paragraf Eksposisi
Menurut Gani A.Ramlan (2014:104) eksposisi artinya paparan, dengan paparan penulis menyampaikan suatu penjelasan dan informasi. Paragraf eksposisi adalah paragfar yang bersifat menginformasikan, menerangkan, menjelasakan atau memaparkan sebuah benda, gagasan, atau ide.
4.      Paragraf Argumentasi
Paragraf yang berisi pendapat atau sikap yang diikuti alas an, contoh, dan buki yang menyakinkan pembaca. Tujuan paragraph ini untuk meyakinkan atau memengaruhi pembaca supaya sependapat dengan penulis. Supaya tujuan tersebut tercapai maka argumentasi diikuti fakta yang akurat seperti data, hasil penelitian, teori ahli, contoh dan lain-lain.
5.      Paragraf Persuasi
Paragraf yang mengandung ajakan atau bujukankepada pembaca supaya mengikuti apa yang dituliskan dalam paragraf tersebut. Paragraf tersebut dibuat menurut pemahaman pandangan seseorang dapat berubah-ubah.

DAFTAR PUSTAKA
Andri Susi Suriana Puspita Dewi. 2016. Kemampuan Menulis Paragraf Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Konawe Selatan. Jurnal Humanika, 1(16).3
Doyin, Mukh. 2009. Bahasa Inddonesia. Semarang: Universitas Negeri Semarang
Gani, A Ramlan. 2014. Suka Berbahasa Indonesia. Jakarta: Gaung Prasada Press Group
Kurnia Irawan. 2014. Keterampilan Berbahasa. Makalah.
Nurudin. 2010. Dasar-Dasar Penulisan. Malang UMM Press
Tarigan, Djago dkk. 2006. Pendidikan dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Universitas Terbuka.
Yunus Mohamad, Suparno. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka
Yusuf Cahyo. 2004. Bahasa Indonesia Kompetensi dan Performa. Magelang: FKIP Universitas Tidar Magelang

Komentar

Postingan Populer