Sabar, semua pasti akan berlalu
(Aku dan rutinitasku)
Assalamuallaikum
temen-temen!!
Anyeong 😊
Beberapa
pekan belakangan ini bumi sedang dalam fase kritisnya. Lemah tak berdaya akibat
ulah tangan-tangan nakal. Entah itu berasal dari alam atau bahkan dari makhluk
itu sendiri. Tentang keadaan yang dimana hati para penduduk bumi ini terkikis,
seolah tak akan ada hari esok yang menanti. Dimana sekolah-sekolah,
universitas, pertokoan, bahkan kantor pun menutup diri. Dimana kita dituntut
untuk berhenti melakukan interaksi agar saling terlindungi. Ya, kehidupan dunia
seakan berubah dalam sekejap, merenggut ratusan ribu orang dalam satu waktu.
Kalian tahu bukan? Dunia sedang tidak baik-baik saja saat ini, terpuruk akibat
satu makhluk kecil mematikan.
Covid19,
Iya, yang bermula dari kota besar di Wuhan, Cina kini merambah ke seluruh
dunia. Termasuk Indonesia. Entah apa yang terjadi dengan makhluk tersebut,
namun kini ia meresahkan. Seakan menjadi sorotan dalam mengguncang dunia.
Situasi
saat ini membuat kita tak bebas dalam berkelana, tak ada lagi riuh canda tawa
yang menyejukkan telinga. Membuat hati ini terus bertanya, ‘kapan dunia kan
pulih seperti sediakala?’ terkadang aku pun bingung, apa yang akan aku lakukan
saat masa-masa ini, dengan adanya #dirumahaja membuat keadaan berubah. Adanya
imbauan dari pemerintah pun seakan cepat terlaksana. Ketika suara adzan subuh
berkumandang aku mulai meniatkan diri untuk mengadu kepada sang pencipta,
memohon ampunan atas segala dosa juga ucapan syukur atas nikmatnya. Selepas itu
membantu orang tua atas tugas rumah yang harus diselesaikan, entah memasak,
menyapu, mengepel, mencuci, menjemur dll. Biasanya pada pagi hari orang-orang
berebutan untuk pergi, sekarang tak terdengar lagi suara mesin bersautan. Tak
ada lagi cengkrama pagi hari, atau sekadar tegur sapa.
Urusan rumah selesai sudah, berlanjut dengan
menjalankan kewajiban dalam menuntut ilmu. Ketika penat melanda aku meluangkan
diri untuk me time, ya seperti menonton drama, menulis juga membaca(buku,
webtoon, wattpad atau bahkan chat ehehe). Dan untuk saat ini pun aku kerap
berjemur dan berolahraga agar selepas liburan badan yang sudah lebar tak tambah
melar 😌 (ya, walaupun kadang-kadang sih:v). Ba’da ashar aku kembali memasak, sambil
bermanja mesra dengan bumbu-bumbu dapur, orang tua ku masih bekerja dan pulang
saat maghrib tiba.
Selepas
orang tua pulang dan kita telah menunaikan ibadah hingga isya, kita berada di
ruang keluarga hanya untuk melepas penat dan bercengkrama bersama. Lalu aku
kembali melanjutkan tugas yang ada dengan selingan seperti menonton youtube,
maskeran, nonton film/drama.
Ya,
begitu sekiranya hal yang aku lakukan, entah bermanfaat atau tidak namun bisa
menghibur diri agar merasa tidak bosan. Saat ini kita hanya perlu berpasrah dan
berserah diri kepada sang pencipta. Benar, adanya bencana ini membuat diriku
lebih berserah diri dan selalu mengucap syukur tiada tara. Manfaat lainnya pun
bumi lebih bebas menghirup udara segar tanpa kekangan juga kehancuran. Namun
kewaspadaan tetap harus dijaga, demi melindungi diri juga keluarga. Stay
Healty, dan selalu hidup sehat.
Wassalamuallaikum
wr.wb
Tertanda
Ann,
Komentar
Posting Komentar