Tentang kepergian

 Ada yang pernah cerita ke aku, terkadang dia ingin orang tuanya lekas pergi meninggalkannya. Terdengar jahat bukan? 

Tapi kalian tahu tidak? bahwa kalimatnya itu adalah bentuk keputusaannya. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana rasanya memiliki "Rumah" yang nyaman. Dia tidak tahu bentuk rumah sesungguhnya itu seperti apa, karena nyatanya hal yang menyakitkan terjadi setiap ia berada dirumah. Rumah yang berada di dunia nya hanyalah gubuk tanpa persinggahan dan ladang penuh kebencian. 

Keluarganya masih utuh, lengkap. Tapi tidak ada isinya. Kosong dan hampa. Masing-masing dari mereka terlalu kuat dan punya kendali keras atas dirinya. Bukankah keeogisan dalam rumah terlalu menyakitkan? sulit rasanya mengatasi setiap kepala yang keras dan kaku tanpa keharmonisan, dan rumah tak seindah dibayangannya. Dia terlalu mengatasi permasalahan sendirian tanpa campur tangan sosok "keluarga". Menjadi penampung kesedihan, amarah, serta pelampiasan diri yang tidak terkendalikan. 

Sendirian, tidak memiliki pegangan, dan kesepian.

- Hal yang terkadang kita lihat sempurna karena memiliki keluarga utuh dan sangat berkecukupan, ternyata dalamnya sungguh menyedihkan. Tapi satu hal, teruntuk kamu dan kalian yang sedang mengalami kesendirian. Tolong bertahan, dan percaya bahwa adanya keajaiban. Karena rasa sakit ketika kehilangan akan lebih menyakitkan dan menimbulkan rasa penyesalan. Membenci bukan berarti menghindari bukan?


                                                                                                                                        Ann, 2023 

Komentar

Postingan Populer