Masa yang berbeda
Ada masa dimana saya ingin kerja bukan kuliah. Saya selalu merasa bahwa enak lihat teman-teman yang sudah bekerja. Mereka punya uang, dan bisa beli yang mereka inginkan dengan uang mereka.
Tapi saya salah, justru sebenarnya saya yang beruntung. Bisa kuliah, dan orang tua masih mampu menguliahkan saya. Saya hanya melihat kenikmatan orang tanpa melihat proses panjang dari mereka. Itu kesalahan saya.
Kurangnya rasa syukur atas segala yang saya dapatkan. Karena kita semua sebenarnya memiliki kesulitan yang berbeda. Bahkan yang sedang kuliah pun pasti akan merasakan bagaimana kejamnya dunia kerja. Melihat sekilas rasa nikmat orang lain ternyata tidak selamanya baik. Hal-hal yang dianggap mudah dan sederhana ternyata begitu sulit.
Mereka yang memutuskan bekerja juga pasti pernah ada di posisi ingin melanjutkan pendidikan. Banyak faktor yang menghalangi bukan? Mimpi yang seharusnya bisa mereka capai, ternyata harus terkubur perlahan demi menghadapi kenyataan.
Apresiasi untuk manusia hebat, yang rela mengorbankan mimpinya demi kehidupan orang disekitarnya. Apresiasi juga bagi manusia-manusia hebat lainnya, berani melanjutkan mimpinya walaupun banyak kesulitan tanpa orang lain ketahui. Apresiasi bagi diri sendiri yang sudah berani melihat hal-hal kecil tanpa menyalahkan keadaan.
Kehidupan yang berbeda, jalan yang berliku, serta proses yang panjang bukan berarti tidak bisa menggapai cita bukan? 💗
Komentar
Posting Komentar