Pemeran Pengganti
Pernah tidak kalian menjadi pemeran pengganti?
Figuran yang mendukung sang pelaku utama dalam cerita. Hanya dijadikan sebagai penghias. Peran yang sebenarnya sangat dibutuhkan tapi sangat tidak terlihat. Peran yang jika tokoh utama tidak dapat mendapatkan pemeran utama maka sosok figuran inilah yang akan menggantikan. Terlihat jahat bukan?
Pemeran pengganti yang sosoknya hanya dijadikan tambahan dalam sebuah cerita agar komposisi terlihat sempurna. Sosok pemeran pengganti bisa beragam, tergantung bagaimana Sang skenario menciptakan naskah. Bisa terlihat jahat, kejam, menjijikan, atau bahkan menyedihkan.
Aku. Selalu menjadi pemeran pengganti itu.
Pemeran pengganti dalam banyak hal, bukan hanya soal perasaan / cinta, namun pemeran pengganti dalam hal pertemanan, juga dalam keluarga.
Sosok yang jarang diingat perannya. Terlalu sering menjadi pemeran pengganti atau second choice selalu membuatku merasa apakah aku terlalu tidak pantas? bahkan hanya sekadar untuk merelakan aku harus menjadi pilihan kedua dan pemeran pengganti.
Pernah tidak kalian selalu diingat hanya ketika mereka membutuhkan?
Apakah sosok pemeran pengganti ini terlalu baik? sehingga orang menjadikannya pilihan kedua ketika amat diperlukan?
Mengapa pemeran pengganti ini juga susah untuk mengatakan 'tidak' jika ia tak ingin?
Mengapa?
Ia hanya terlalu takut akan banyak hal yang menyakitinya. Benar, ia terlalu baik.
Komentar
Posting Komentar