Langkah yang tak pernah merekah

Di punggung kiri, helai putih melambai manja,
Merindukan awan, merindukan angkasa.
Di kanan, sunyi menyapa,
Hanya ada bekas luka, sebuah hampa.

Dunia menuntut terbang tinggi,
Sementara ia hanya bisa berlari.
Langkah nya mulai tertatih,
Tak mampu menahan perih.

Tersisa satu sayap penopang, 
Yang membuat jalannya menjadi goyang.
Ia menatap langit dengan tatapan sendu,
Mengapa takdir memberi separuh rindu?

Namun ia belajar, meski tak bisa melayang,
Satu sayap cukup untuk membuatnya tidak hilang.
Ia berjalan di bumi, meski pincang,
Menemukan makna di setiap tanah yang dipijak.
Bahwa hidup bukan cuma tentang terbang,
Tapi perihal sayap yang siap bertahan, meski pelan dan berjarak.

Ann(14/02/26)

Komentar

Postingan Populer